Senin, 17 Oktober 2011

USTAD DANU

Tentang Ustad Danu Lagi

Saat ini siaran bengkel hati yang diisi oleh ustad danu hanya satu minggu sekali, yaitu pada hari minggu pukul 5 pagi. Pada hari minggu tanggal 12 Oktober 08 saya, kakak, dan suaminya menghadiri langsung acara Ustad Danu, atau biasa disebut mas danu yang disiarkan di TPI. Berangkat rencana pukul tiga pagi, namun ternyata molor satu jam. Sesampainya di TPI pas masuk waktu subuh.

Acara on air dimulai pukul 5 pagi dan berlangsung selama satu jam sampai pukul 6 pagi. Kemudian dilanjutkan acara off air sekitar 2-3 jam. Di acara off air tersebut, mas Danu mendapat banyak pertanyaan seputar penyakit. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang diajukan kepada ustad tersebut dan jawabannya.

1. Jantung Koroner. Hal ini disebabkan orang tersebut suka marah-marah dan kaku.     Solusinya tentu saja harus lebih santai dan kurangi amarah dalam menghadapi segala sesuatu.

2. Stroke. Hal ini disebabkan orang tersebut suka marah namun dipendam. Solusinya sama dengan poin no,1 diatas.

3. Anak menderita sakit. Jika anak tersebut belum akil baligh, maka disebabkan oleh dosa orang tuanya. Misal, jika sang suami sering ngomong bodoh kepada sang istri, maka anak yang dilahirkan tidak normal, seperti pendengaran terganggu, atau terlambat ngomong.

4. Belum dikaruniai anak. Hal ini disebabkan sang suami kurang atau tidak membantu pekerjaan sang istri.

5. Jika anda punya keinginan sangat kuat atau suka terburu-buru, hal itu juga akan menimbulkan penyakit. Maaf, saya lupa penyakit apa, kalo tidak salah sih berhubungan dengan kepala.

Pada hari itu, ustad danu menyampaikan, hal terpenting agar tetap sehat yaitu tidak marah dan Intisari yang saya dapat untuk hidup sehat: selalu berbuat baik dan jangan berprasangka negatif. Akhlak baik = sehat.

Selain itu,informasi terpenting yang saya dapat adalah ternyata ustad danu membuka klinik. Jadi yang sakitnya kelas berat lebih baik datang ke klinik tersebut. Kemudian jangka panjangnya, ustad Danu akan membuka rumah sakit yang bernama Akhlak Mulia. Berikut ini adalah alamat klinik ustad Danu:

Nama Klinik: Akhlak Mulia.
62.21.87798000/87797000
                          
                                  Gratis lho!!!



Dibawah ini adalah sebagian penyakit2 & solusinya yang sempat
dicatat. Hampir semua penyakit dapat disembuhkan.
Antara Lain:

1. Hernia pada bayi/anak kecil. Dibawah perut ada lubang kecil, salah satunya ada yg         sobek. Ini terjadi biasanya krn ortu (salah satu dr suami/isteri) punya keinginan yg kuat/keras kepala/kaku. Hernia ini mudah sembuh sebab elastis.
    Solusinya: - bayi ditidurkan pd posisi terlentang.
                     - minta kesembuhan & ampunan pada Allah
                     - memperbanyak sholat tahajud (dg tdk meninggalkan sholat wajib)


2. Tidak bisa jalan krn lutut kiri bengkak & tangan kanan bagian atas sakit (cekot2...bhs jawanya).
    Untuk lutut kiri, biasanya berhubungan dg pekerja dirumah yg ingin dilakukan, tapi takut menyatakan dg terus terang.Untuk tangan kanan yg sakit, biasanya jika menyuruh orang (baik itu pd keluarga sendiri/orang lain) untuk melakukan suatu
pekerjaan sering dengan emosi/marah.
    Solusinya: - mohon ampunan banyak2 pd Allah
                     - berjanji merubah tabiat/prilaku
                     - tidak meninggalkan sholat wajib, + sholat tahajut.

3. Gatal-gatal.
    Lymphanya tidak bagus. Biasanya problem ini akan muncul krn keinginan yg sangat kuat khususnya dalam situasi rumah  tangga/keluarga.
    Solusinya: banyak2 istigfar, dan merubah sikap.
                     tidak meninggalkan sholat wajib

4.Gondok.
   Biasanya ini keinginan bicara yg "ingin menang sendiri", tapi
   karena takut bicara, maka kelenjar thyroid membengkak.
   Solusinya: - banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
                    - sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah
                      sholat tahajud.
                    - mohon kesembuhan dari Allah

5. Kanker Rahim (stadium 3)
    (jika bermasalah dg hal yg berhubungan dg "rahim/ indung telur" biasanya ini menyangkut masalah terhadap  orangtua, khususnya dengan IBU).
    Untuk kanker rahim ini, biasanya muncul karena keseringan emosi/suka  marah2/jengkel khususnya pada keluarga (anak2/ suami/isteri/ibu kandung), namun disimpan saja.
    Solusinya: -minta maaf pada orang2 yg disakiti
                     - belajar untuk tdk marah2
                     - bertobat pada Allah & mohon kesembuhannya
                    - sholat wajib & tahajud.  
                  
6. Kelainan jantung.
    Klep-nya bocor/terbuka. Biasanya ini dikarenakan sering  menyimpan "emosi" yg kuat.
   Solusinya: seperti pada no.4

7. Sakit Kuning.
   Ini empedunya bermasalah. Biasanya karena terlalu banyak
   ngomong sehingga cenderung menyakiti orang lain.
   Solusinya: seperti pada no.4


8. Sakit lever.
   Biasanya punya dendam yg masih tersimpan.
   Solusinya: - hilangkan dendam terlebih dahulu.
                    - memaafkan orang yg dianggap bersalah.
                    - solusi pada no.4.

9.Pengapuran di tulang belakang & kaki kiri bawah lutut &
   pinggang sakit.
   Biasanya sering marah2/jengkel yg disimpan dan sering
   berobat ke dukun/paranormal.
   Solusinya: - harus merubah sikap
                    - kalau marah2 harus segera istigfar, dan sebaliknya memaafkan orang2       
                      yg menjengkelkan/membuatnya  marah.
                   - solusi no.4

10.Sakit Ginjal (sudah 10 tahun)
     Biasanya ini sering marah2 pada isteri/suami/keluarga
     Solusinya: solusi no.4

11. Keluar darah dari hidung.
     (Baik ini dikarenakan oleh polip maupun tumor)  Biasanya ini berhubungan   
     dengan "emosi" yg berkenaan dengan lingkungan (penciuman), misalnya krn tdk   
     menyukai  sesuatu, maka emosi.
     Solusinya:  solusi no.4

12. Pusing/Migraine yang hebat.
     Biasanya punya pikiran banyak dan sering su'udzon (negative  thinking).
     Solusinya: solusi no.4

13. Komplikasi.
     (asam lambung tinggi, hati gelisah susah tidur sehingga hrs  menggunakan obat tidur)
    Biasanya karena banyak masalah, misalnya memikirkan anak2,
    kangen dg anak yg jauh, dsb.
    Solusinya: - banyak2 bersyukur pada Allah
                     - minta maaf pada semuanya (keluarga & orang lain yg disakiti)
                    - solusi no.4

14. Herpes (di pinggang setengah lingkar sebelah kiri) & ginjal sebelah kiri ada kista.
     Secara kedokteran memang penyebab Herpes adalah virus. Namun ini berhubungan  
     dengan permasalahan dalam  keluarga. Dalam "cara melihat" permasalahan dlm  
      keluarga,disikapi dg kejengkelan/kekecewaan/amarah yang dipendam,
     dan terus menerus.
     Solusinya: - belajar memahami masalah, dimusyawarahkan.
                      - solusi no.4

15. Bau Mulut.
     Penyebabnya, jarang bicara. Jadi bakteri dlm mulut terus bekerja, sedang O2 tdk  
     leluasa bekerja dg baik.
     Biasanya mempunyai sifat yg bicaranya tidak enak/suka bikin
     tersinggung/menyakiti/asbun.
     Solusinya: banyak2 istigfar & solusi no.4

16. Bau Badan.
     Biasanya orang ini gampang tersinggung, kalau dinasihati
     langsung "nyerang", dan malas!
    Solusinya: - jangan malas untuk mandi/membersihkan diri.
                     - solusi no.4


17. Benjolan di Leher (sebesar telur puyuh, dan sudah 6tahun);
      Mata Rabun; Ada benjolan di kemaluan.
     -Biasanya jarang bicara, tapi sekali bicara pedas. Ketika dulu,
     kalau ada kata/perlakuan yg tidak baik, disimpan saja,
     sehingga kelenjar thyroid membesar yg akhirnya menjadi
     benjolan besar.
     Solusinya: -segala sesuatu hrs disikapi dengan sabar.
                      - sifat yg takut bicara harus dirubah, ajak
                        musyawarah.
                     - jangan merasa paling benar
                     - hrs lemah lembut
                     - solusi no.4

Semoga bermanfaat.

wassalam,
fawzia

(pengendalian emosi kunci kesehatan)

Aku dan istriku sering melihat acara bengkel hati di TPI setiap hari minggu jam 06.00 WIT atau jam 05.00 WIB, yang dibawakan oleh Ustad Danu dan pembawa acara ustad Faiz. Dalam acara itu selain ceramah agama juga diselingi dengan konsultasi masalah kesehatan. Menurutku acara ini sangat bagus dan bisa dijadikan referensi untuk kita agar dapat hidup lebih sehat dan otomatis lebih bahagia.

Ada seorang ibu-ibu yang konsultasi lewat telepon langsung ke ustad danu. “ Mas danu saya menderita sakit kista kira-kira apa yang menyebabkannya dan apa yang harus saya lakukan agar bisa sehat kembali, terima kasih”. Kemudian mas danu menjawab” maaf ibu, apakah ibu selama ini sering jengkel kepada suami atau anak atau keluarga ibu yang lain?”. Kemudian ibu ini menjawab” betul mas danu saya memang sering jengkel sama suami saya karena……. Dan seterusnya……”. Akhirnya secara tidak sadar si ibu tersebut mencurahkan semua kejengkelan dan isi hati yang dia alami selama ini.

Kemudian mas danu berkata” baiklah ibu, kalau ibu mengakui bahwa ibu sering jengkel sama suami dan mengakui bahwa itu salah, sekarang saya Tanya, bersediakah ibu untuk memaafkan suami ibu dan bilang secara terus terang kepada suami ibu supaya tidak membuat kejengkelan lagi? Bersediakah ibu?’. Si ibu menjawab “ Ya, saya bersedia mas danu”.

Akhirnya mas danu menjelaskan bahwa yang menyebabkan sakit si ibu tersebut adalah kejengkelan di hati yang terpendam bertahun-tahun terhadap suaminya. Kalau ibu tersebut mampu menghapus semua kejengkelan dalam hatinya, otomatis sakitnya akan sembuh dengan kehendak Tuhan.

Menurutku memang sakit itu sangat berkaitan dengan kondisi emosi dan kejiwaan seseorang. Kalau seseorang sehat emosinya otomatis orang itu akan sehat tubuhnya. Hal ini tidak berlaku sebaliknya.Orang yang secara fisik kelihatan sehat belum tentu memiliki emosi yang sehat. Lantas bagaimana kita mensikapi orang-orang yang membuat kita jengkel tersebut?

Kalau kita memahami perilaku seseorang yang menyakiti kita, baik secara sengaja ataupun tidak, mungkin kita akan mengerti bagaimana menyikapi secara benar. Masalahnya tidak mudah untuk memahami semua orang secara mendalam. Hal yang paling mudah yang dapat kita lakukan adalah selalu berpikir positif terhadap setiap orang disekitar kita. Khususnya orang yang sering membuat kita sakit hati dan jengkel.

Kita tidak perlu memendam kebencian terlalu lama didalam hati kita. Anggap saja orang yang membuat kita benci itu belum sadar dan suatu saat akan menyadari kesalahannya sendiri. Bukankah kalau anak kita membuat kesalahan kita begitu mudah memafkannya. Karena mereka masih anak-anak bukan. Nah kalau begitu anggap saja orang yang menjengkelkan kita itu masih anak-anak, karena maafkanlah. Mudah bukan?

Bagaimana kalau yang membuat rasa benci itu adalah atasan kita atas nama perusahaan? Apakah kita harus berpikir positif juga? Ya, anda harus tetap berpikir positif. Dengan berpikir positif anda tidak akan menguras banyak energi dan anda lebih nyaman dalam bekerja. Namun anda harus tetap berjuang bagaimana anda dapat mempunyai karir yang lebih bagus. Misalnya dengan cara menanyakan secara baik-baik kepada atasan anda kenapa kok pangkat saya tidak naik-naik, atau sk saya kok ndak diangkat. Inilah perjuangan.

Aku pernah punya pengalaman yang tidak mengenakan. Aku begitu membenci bos ku karena dia sering marah-marah tidak karuan kalau ada anak buahnya yang tidak sesuai dengan keinginannya. Bahkan seorang teman yang sudah cukup seniorpun dimarahin habis-habisan dengan kata-kata kasar ‘seluruh isi kebun binatang’ keluar semua. Bagaimana tidak sakit hati kalau anda dikatakan hanya tidur saja kerjanya. Padahal kita sudah mati-matian berusaha meningkatkan penjualan, tapi karena kondisi outlet yang memang cukup berat, akhirnya target tidak tercapai.

Lama sekali aku memendam rasa benci itu. Tapi kupikir-pikir yang rugi aku sendiri. Karena belum tentu yang kita benci itu mengetahuinya bahwa kita membencinya. Atau belum tentu orang yang kita benci memikirkannya sama sekali. Akhirnya aku sadar untuk apa aku membencinya. Aku berusaha memaafkannya dan sebisa mungkin kukirim doa kepada orang yang kubenci itu supaya sadar dan kembali ke jalan yang benar. Anda tahu hasilnya? Ketika aku bertemu dengan mantan bos ku tersebut sudah tidak ada lagi dendam . Dan aku biasa saja dalam menyikapinya seperti ketemu dengan kawan lama.

Memaafkan orang adalah bagian dari pemahaman diri terhadap proses berpikir positif yang akan membawa kita kepada kebahagiaan yang lebih besar.

Bukalah pikiran anda dan jangan menutup diri. Siapa tahu Tuhan merencanakan sesuatu yang jauh lebih baik dari sekedar yang kita inginkan. Percayalah segala sesuatu itu ada masanya. Berpikirlah bahwa anda sukses dan suatu saat anda akan meraih kesuksesan.

Kendalikan emosi anda dan anda menjadi sehat.
Sekian tulisan ini semoga menginspirasikan kita untuk dapt selalu mengendalikan emosi kita disetiap keadaan.

Salam sukses dan bahagia yang luaaar biasa!!!!

Bila anda ingin dapatkan ebook review ceramah ustad Danu silahkan klik di sini gratis
didik sugiarto



Sabtu, 15 Oktober 2011

GAMBAR MACAM-MACAM BUNGA
















PROPOSAL PTK BAB I


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Penelitian
Kemajuan suatu bangsa atau negara tergantung pada kemajuan teknologinya. Makin maju teknologinya makin maju pula bangsanya dan kemajuan teknologi ini tidak lepas dari kemajuan bidang pendidikan negara tersebut.
Berbagai macam usaha yang telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai macam pelatihan dan peningkatan kualifikasi guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan lainnya, dan peningkatan mutu manajemen sekolah.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (Competency-Based Curriculum) adalah kurikulum pendidikan yang menjadikan kompetensi sebagai acuan pencapaian tujuan pendidikan (Competency-Based Curriculum). Hadirnya kurikulum berbasis kompetensi merupakan salah satu cara yang mengarah pada perbaikan mutu pendidikan khususnya pendidikan Matematika. Dari KBK disempurnakan lagi menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP)2006. Melalui KTSP ini, diharapkan dapat mengatasi persoalan yang selama ini dialami oleh peserta didik maupun guru.
Dari Tahun ke tahun pemerintah selalu menaikkan standart ketuntasan minimal pada setiap pelajaran yang diujikan secara nasional mulai dari ketuntasan minimal 3,00 menjadi 5,50, sehingga untuk mendukung program pemerintah tersebut maka diperlukan usaha untuk peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran yang di-Uji Nasionalkan termasuk pelajaran matematika. Untuk itu, diperlukan sebuah strategi baru yang lebih memberdayagunakan siswa, Sehingga siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. Sebuah strategi belajar yang mendorong siswa mengkonstruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Kontektual (Contextual Teaching Learning / CTL) merupakan suatu strategi pembelajaran yang dari karakteristiknya dapat memenuhi harapan itu. Demikian juga yang terjadi di  UPTD SMP Negeri 1 Plosoklaten, masih ada sebagian guru yang menggunakan model pembelajaran yang kurang tepat sehingga dapat menimbulkan kebosanan, kurang dipahami dan monoton sehingga mengakibatkan siswa kurang termotivasi untuk belajar yang pada akhirnya mengakibatkan prestasi belajar siswa tidak tercapai secara maksimal.
     Data berikut adalah data nilai rata-rata UASBN UPTD SMP NEGERI 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri dari tahun ajaran 2005/2006 sampai dengan tahun ajaran 2008/2009.
Tabel 1.1
Nilai Rata-rata UASBN
No
Mata Pelajaran
Tahun ajaran
2005/2006
2006/2007
2007/2008
2008/2009
1
Bhs. Indonesia
7.67
7.81
7.58
8.05
2
Bhs. Inggris
6.64
7.78
6.56
7.57
3
Matematika
7.75
6.66
5.73
7.16
4
I  P  A
-
-
7.32
7.54
Sumber : UPTD SMP Negeri 1 Plosoklaten 
Dari data nilai rata-rata UASBN UPTD SMP Negeri 1 Plosoklaten Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri dari tahun ajaran 2005/2006 sampai dengan tahun ajaran 2008/2009 menunjukkan bahwa nilai rata-rata mata pelajaran matematika masih dibawah nilai rata-rata mata pelajaran yang lain.
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengangkat judul sebagai berikut :
      “Penerapan Pembelajaran CTL Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa Pokok   Bahasan Luas Lingkaran Pada Siswa Kelas VIII G UPTD SMP Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2009/2010”
B.     Pembatasan Masalah
1.    Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup penelitiannya, yaitu
       Penelitian ini hanya terbatas pada siswa  Kelas VIII G Semester II 
       UPTD SMP Negeri 1 Plosoklaten  Kabupaten Kediri   Tahun Ajaran          
       2009 / 2010.
2.   Penelitian ini berusaha untuk mengetahui hasil belajar Matematika dengan 
      menggunakan strategi konstekstual (Contextual Teaching and Learning / 
      (CTL)
C.    Rumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang di atas dan untuk membatasi studi ini, peneliti merumuskan pertanyaan sebagai berikut :
1.              Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran pendidikan Matematika dengan menggunakan CTL pada siswa kelas VIII ?
2.      Bagaimanakah respon siswa terhadap penerapan pembelajaran matematika menggunakan CTL pada siswa kelas VIII ?
3.      Apakah penerapan pembelajaran CTL pada pokok bahasan Luas Lingkaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII ?
D.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.              Untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran pendidikan Matematika yang menggunakan CTL pada siswa kelas  VIII G Semester II SMP Negeri 1 Plosoklaten Kediri.
2.              Untuk mengetahui respon dari guru dan siswa dengan penerapan pembelajaran matematika menggunakan CTL.
3.              Untuk mengetahui tingkat keberhasilan penerapan pembelajaran CTL pada pada pokok bahasan Luas Lingkaran siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Plosoklaten Kediri.
E.     Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini dapat peneliti uraikan sebagai berikut :
1.      Bagi Peneliti
Untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan serta cakrawala berfikir khususnya pengaruh pembelajaran kontekstual / CTL terhadap proses belajar matematika.
2.      Bagi lembaga yang diteliti (SMP Negeri 1 Plosoklaten  Kediri)
Sebagai sumbangan pemikiran dan informasi tentang pembelajaran kontekstual / CTL yang sangat perlu diupayakan dalam proses belajar Matematika agar siswa lebih aktif dan menghasilkan peserta didik yang berkualitas di masa depan.
3.      Bagi UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI Kediri
Sebagai bahan informasi bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI Kediri yang ingin merencanakan penelitian serupa yang lebih luas. 


BAB II
STUDI KEPUSTAKAAN

A.    Pembelajaran Matematika
1.      Pengertian Belajar & Pembelajaran
Pengertian belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu yang relative tetap sebagai hasil dari pengalaman. Seseorang dikatakan belajar jika di dalam dirinya terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Belajar merupakan hal yang sangat mendasar dan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan semua orang, Dengan kata lain belajar juga bisa diartikan mencari ilmu pengetahuan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa belajar seseorang tidak akan mengetahui dan punya arti apa-apa. 
Dari beberapa definisi mengenai belajar tersebut maka dapat penulis simpulkan bahwa belajar adalah proses atau kegiatan seseorang dalam menambah dan mengumpulkan sejumlah ilmu pengetahuan untuk mengubah tingkah lakunya sebagai akibat dari suatu pengalaman dan latihan. Tingkah laku di sini mengandung arti luas yaitu meliputi ketrampilan, pengalaman, pengetahuan, pengertian, minat, perbuatan, perasaan, dan sikap.
2.      Belajar Matematika
Hakekat matematika berkenaan dengan ide-ide (gagasan-gagasan), struktur-struktur dan hubungan-hubungannya yang diatur secara logik sehingga matematika itu berkaitan dengan konsep-konsep abstrak (Hudoyo, 1979: 96).
Belajar matematika merupakan proses psikologi.  Sebagai proses, yaitu berupa kegiatan aktif dalam upaya siswa memahami dan menguasai pelajaran matematika. Kegiatan aktif dimaksudkan adalah pengalaman belajar matematika yang diperoleh siswa melalui interaksi dengan matematika dalam konteks kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan formal. Sehingga,pembelajaran  matematika adalah usaha penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar matematika yang berkaitan dengan konsep-konsep abstrak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
B.     Strategi Kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL)
Menurut Nurhadi (2004: 13) :Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari; sementara siswa memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit, dan dari proses mengkonstruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat. 
1.      Karakteristik Strategi Kontekstual
Ada delapan karakteristik dalam strategi kontekstual, antara lain :
a.  Melakukan hubungan dengan bermakna (making meaningful connections)
b.    Melakukan kegiatan-kegiatan yang signifikan (doing significant work)
c.     Belajar yang diatur sendiri (self-regilated learning)
d.    Bekerja sama (collaborating)
e.     Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking)
f.     Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nurturing the individual)
g.    Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards)
h.    Menggunakan penilaian autentik (using autentic assesment)
3.      Langkah-langkah Pembelajaran Dengan Strategi Kontekstual
Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan strategi kontekstual yang melibatkan tujuh komponen utama CTL di dalam kelas sebagai berikut :
Tabel 2.1
Langkah-langkah Strategi Kontekstual
Fase – fase
Aktivitas Guru
Fase 1
Menyampaikan tujuan dan mengembangkan pemikiran siswa
Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai siswa pada pelajaran tersebut dan mengembangkan pemikiran siswa agar belajar dengan cara bekerja sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan / ketrampilan barunya
Fase 2
Melaksanakan kegiatan kontektual
Guru melaksanakan sejauh mungkin kegiatan kontektual untuk semua topik pembelajaran
Fase 3
Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya
Guru mengembangkan rasa ingin tahu siswa dengan bertanya agar dapat memiliki gagasan-gagasan baru dalam belajarnya
                         Fase 4
Menciptakan masyarakat belajar
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok belajar untuk dapat berdiskusi
                         Fase 4
Menciptakan masyarakat belajar
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok belajar untuk dapat berdiskusi
Fase 5
Menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran
Guru menggunakan model dalam pembelajarannya dengan jalan mendemonstrasikan materi pembelajaran
Fase 6
Melakukan refleksi di akhir pertemuan
Guru menugaskan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil karya tentang apa-apa yang diperolehnya hari ini didepan kelas
Fase 7
Memberikan penilaian yang sebenarnya
Guru memberikan penilaian kepada siswa dengan berbagai cara

4.      Peran Guru Dalam Strategi Pembelajaran Kontekstual
Agar proses pengajaran kontekstual lebih efektif, guru perlu melaksanakan beberapa hal sebagai berikut :
a.         Mengkaji konsep dan kompetensi dasar yang akan dipelajari oleh siswa
b.        Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama
c.         Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa, selanjutnya memilih dan mengaitkannya dengan konsep dan kompetensi yang akan dibahas dalam proses pembelajaran kontekstual
d.        Merancang pengajaran dengan mengaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan kehidupan mereka
e.         Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan / pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya dan mengaitkan apa yang dipelajarinya dengan fenomena kehidupan sehari-hari.
f.         Melakukan penilaian terhadap pemahaman siswa. Hasil penilaian tersebut dijadikan sebagai bahan refleksi terhadap rancangan pembelajaran dan pelaksanaannya.
C.    Pembelajaran Matematika dengan Strategi Kontekstual
Seperti apa yang telah diuraikan diatas, bahwa belajar matematika tidak hanya sekedar menghafal rumus-rumus atau transfer pengetahuan dari guru ke siswa, tetapi siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Siswa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari pemberian orang lain. Aktivitas siswa seperti itu bisa dikembangkan dalam strategi pembelajaran kontekstual.
D.    Tinjauan Materi
Luas Lingkaran
Pendekatan Luas Lingkaran dengan Menghitung Persegi Satuan
Dapatkah kamu mencari luas permukaan uang
koin 100 rupiah bergambar rumah Minang
keluaran tahun 1998? Atau uang koin 50 rupiah
                 bergambar komodo keluaran tahun 1996?

Lab - Mini
Kerja Kelompok
Alat dan Bahan :
   kertas berpetak, penggaris, pensil,
   uang logam Rp100,00 dan Rp50,00
Langkah Kerja :
-   Jiplaklah uang koin Rp100,00 pada kertas berpetak.
-   Hitunglah banyaknya persegi yang utuh yang ada dalam daerah lingkaran.
-   Hitunglah banyaknya persegi yang luasnya lebih dari separoh.
-   Hitunglah banyaknya persegi yang luasnya kurang dari separoh.
-   Berapa persegi satuan kira-kira luas permukaan logam Rp100,00? Bandingkan   
     hasilnya dengan kelompok lain.
 Ceritakan bagaimana kamu mendapatkan luas  permukaan koin tersebut.
       
                                                                                      sumber:www.indosiar.com
Soal
Carilah luas daerah lingkaran pada gambar di bawah dengan
pendekatan.
                  a.                                        b .                                    c.
                                   

Menemukan Rumus Luas Lingkaran dan Aplikasinya
Pak Budi mempunyai sumur untuk tempat pembuangan kotoran ternaknya. Supayatidak berbau Pak Budi akan menutup sumur tersebut dengan tutup berbentuk lingkaran terbuat dari seng. Berapakah luas seng tersebut? Untuk menjawab masalah ini lakukan kegiatan berikut.
Lab – Mini    Kerja Kelompok
Penemuan
Alat dan bahan : kertas, jangka, penggaris, gunting, busur derajat, pensil 
                             dan lem kertas.
1.   Gambarlah tiga buah lingkaran dengan jari-jari  berbeda.
2.   Bagilah daerah lingkaran tersebut menjadi 16   juring yang kongruen. Kamu dapat    
      menggunakan  jangka untuk membagi  sudut 
      pusat sama besar.
      Atau kalian dapat pula menggunakan    Busur 
      derajat untuk menentukan sudut-
      sudut pusat yang sama pada setiap juring.   
      Misalkan r satuan menyatakan jari-jari   
      lingkaran dan K satuan  menyatakan keliling 
      lingkaran itu
3.   Arsirlah daerah setengah lingkaran.
4.   Guntinglah setiap juring yang telah kamu buat.
5.   Susunlah juring-juring  tersebut, sedemikian   hingga berbentuk seperti segi-n,
      misal  jajargenjang
6.  Tentukan panjang dan lebar bangun yang  telah kalian susun.
7.   Tentukan luas daerah bangun tersebut.
8.   Kesimpulan apa yang kamu peroleh?
9.   Dapatkah kamu temukan susunan selain pada
      (5)? Jika dapat, sebutkan!
10. Tentukan luas daerah bangun (9)
11. Kesimpulan apa yang kamu peroleh?
12. Bandingkan hasil (8) dengan (11)
13. Lakukan langkah (5) s.d (8) untuk bangun bangun yang lain
Luas daerah Lingkaran
Dengan kata-kata:
Luas sebuah daerah lingkaran (yang seterusnya disebut luas lingkaran) sama dengan  π dikalikan dengan kuadrat dari panjang jari-jari  lingkaran itu.
Pendekatan nilai π adalah  atau 3,14
Secara simbolik :
Jika suatu lingkaran berjari-jari r, maka luas lingkaran itu, adalah L = π r²
Tentukan luas dasar sebuah kue tart jika dasar kue taart berbentuk lingkaran dan berdiameter 20 cm.
Jawab:
Jari-jari lingkaran: r =  20 = 10
L = π r² = 3,14 x 10 x 10
    = 314
Jadi luas dasar kue taart adalah 314 cm²

         Sumber BSE 2008
Contoh Soal
1. Sebuah lingkaran memiliki diameter 14 cm. Tentukan:
a. jari-jari lingkaran,
b. luas lingkaran.
Jawab :
1. Diketahui d = 14 cm.
a. Panjang jari-jari lingkaran adalah setengah kali panjang diameternya.
d = 2.r maka r = x d
                     r = x (14 cm)
                       = 7 cm
Jadi, jari-jari lingkarn tersebut adalah 7 cm.
b. Untuk mencari luas lingkaran:
L = π. maka:  L = x (7)²
                             = x 7 x 7
                             = 22 . 1 . 7
                             = 154
Jadi, luas lingkaran tersebut adalah 154 cm²
E.     Hipotesis
Berdasar uraian diatas akan diteliti apakah penerapan pembelajaran kontektual  dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIII G UPTD SMP Negeri 1 Plosoklaten  Tahun Pelajaran 2009 / 2010.
Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Guru mampu melaksanakan pembelajaran kontektual pada sub pokok bahasan luas lingkaran dengan kategori baik.
2.      Terdapat aktivitas siswa yang aktif dengan kategori baik dalam pelaksanaan pembelajaran kontektual pada sub pokok bahasan luas lingkaran.
3.      Siswa memberikan respon yang positif terhadap pelaksanaan pembelajaran kontektual .