Senin, 31 Oktober 2011


MARS PGRI

Mars PGRI (P. Endropranoto)

PGRI abadi
tetap mempersatukan diri
Dengan nama nan sentosa
lahir negara kita
Wahai kaum guru semua
bangunkan rakyat dari g’lita
Kita lah penyuluh bangsa
pembimbing melangkah ke muka
Insyaflah ‘kan kewajiban kita
mendidik mengajar p’tra putri
Kita lah pembangun jiwa
pencipta kekuatan negara
PGRI abadi
bernaung di bawah sang panji
Sinar surya nan merata
anggotanya bersama
Insyaflah ‘kan kewajiban kita
mendidikan mengajar p’tra putri
Kita lah pembangun jiwa
pencipta kekuatan negara

Rabu, 19 Oktober 2011

KERATON YOGYAKARTA


Keraton Yogyakarta

1.1 Pandangan Umum Tentang Keraton Yogyakarta
Yang disebut keraton ialah tempat bersemayam ratu-ratu, berasal dari kata-kata : ka + ratu + an = kraton. Juga disebut kedaton, yaitu ke + datu + an = kedaton, tempat datu-datu atau ratu-ratu. Bahasa Indonesianya ialah istana, jadi kraton ialah sebuah istana, tetapi istana bukanlah keratin. Kraton ialah sebuah istana yang mengandung arti, arti keagamaan, arti filsafat dan arti kulturil (kebudayaan).
Dan sesungguhnya kraton Yogyakarta itu penuh dengan arti-arti tersebut di atas.Arsitektur bangunan-bangunannya, letak bangsal-bangsalnya, ukir-ukirannya, hiasannya, sampai pada warna gedung-gedungnya
Sebuah pantun Mijil menggambarkan letak geografis kraton Yogyakarta secara popular yaitu :
Kali Nanga pancingkok ing pui,
Gunung Gamping kulon,
Hardi Mrapi ter wetan prenahe,
Candi Jonggrang mangungkang ing kali,
Palered Magiri,
Girilaya kidul
Artinya :
Sungai Winanga membelok (ke kanan) waktu mendekati kraton (puri), Gunung Gamping terletak di sebelah barat, sedangkan Gunung Merapi letaknya di sebelah timur. Candi Jonggrang dibangun terlalu dekat di pinggir kali (Opak), Plered (ibu negeri Mataram dahulu), Magiri (tempat makam Raja-Raja Mataram) dan Girilaya (Gunung Kidul) terletak di sebelah selatan (kraton).
Kraton Yogyakarta dibangun pada tahun 1756 atau tahun Jawa 1682, diperingati dengan sebuah condrosengkolo memet di pintu gerbang Kemagangan dan di pintu gerbang Gadung Mlati, berupa dua ekor naga berlilitan satu sama lainnya. Dalam bahasa Jawa : "Dwi naga rasa tunggal", artinya : Dwi = 2, naga = 8, rasa = 6, tunggal = 1. Dibaca dari belakang 1682. Warna naga hijau (simbol dari pengharapan).
Di sebelah luar dari pintu gerbang di atas tebing tembok kanan kiri ada hiasan juga terdiri dari 2 ekor naga bersiap-siap mempertahankan diri. Dalam bahasa Jawa : “Dwi naga rasa wani”. Warna naga merah. Merah ialah symbol keberanian. Di halaman kemangangan ini dahulu diadakan ujian bela diri memakai tombak antar calon prajurit-prajurit kraton.
Luas kraton Yogyakarta adalah 14.000 M2. di dalamnya banyak tedapat bangunan-bangunan, halaman-halaman dan lapangan-lapangan. Kita mulai dari halaman kraton ke utara :
1.      Kedaton / Prbayeksa
2.      Bangsal Kencana
3.      Regol Danaprata ( pintu gerbang )
4.      Sri Manganti
5.      Regol Srimanganti ( pintu gerbang )
6.      Bangsal Ponconiti ( dengan halaman Kemandungan )
7.      Regol Brajanala ( pintu gerbang )
8.      Siti Inggil
9.      Tarub Agung
10.  Pagelaran ( tiangnya berjumlah 64 )
11.  Alun-alun utara ( Dihias dengan pohon beringin 62 batang )
12.  Pasar ( Beringharja )
13.  Kepatihan
14.  Tugu
Angka 64 itu menggambarkan usia Nabi Muhammad 64 tahun Jawa, atau 62 tahun Masehi.
Kalau kita dari halaman keratin pergi ke selatan maka kta lihat :
15.  Regol Kemangangan ( pintu gerbang)
16.  Bangsal kemangangan
17.  Regol Gadungmlati ( pintu gerbang )
18.  Bangsal Kemandungan
19.  Regol Kemandungan ( pintu gerbang )
20.  Siti Inggil
21.  Alun-alun slatan
22.  Krapyak
Perhatian :
1.      Regol               = pintu gerbang
2.      Bangsal           = bangunan terbuka
3.      Gedong           = bangunan tertutup ( berdinding )
4.      Plengkungan   = pintu gerbang benteng
5.      Selogilang       = lantai tinggi dalan sebuah bangsal semacam podium rendah, tempat duduk Sri Sultan atau tempat singgasana Sri Sultan.
6.      Tratag              = bangunan, biasanya tempat berteduh, beratap anyaman-anyaman bamboo dengan tiang-tiang tinggi, tanpa dinding. Di pemerintahan Sri Sultan H.B. VIII semua tratag kraton di muliakannya dan diberi atap seng,tetapi arsitekturnya tetap tak berubah.
Ditengah-tengah halaman kemandungan – kidul berdirilah Bangsal Kemandungan. Bangsal ini bekas pasenggrahan Sri Sultan H.B. I di desa pandak Karangnangka waktu perang Giyanti (1746 – 1755).
Krapyak ialah sebuah podiumtinggi dari batu bata untuk Sri Sultan. Kompleks kraton dikelilingi oleh sebuah tembok lebar. Panjengnya 1 Km, berbentuk empat persegi, tingginya 3 ½ m, lebarnya 3 sampai 4 m. lima buah plengkungan atau pintu gerbang dalam benteng menghubungkan kompleks kraton dengan dunia luar. Plengkungan-plengkungan itu ialah :
1.      Plengkung Tarunasura atau Plengkung Wijilan di sebelah timur laut,
2.      plengkung Jogo sura atau Plengkung Ngasem di sebelah barat daya,
3.      Plengkung Joyoboyo atau Plengkung Taman-Sari di Sebelah barat,
4.      Plengkung Nirboyo atau Plengkung Gading di sebelah selatan.
5.      Plengkung Tambakboyo atau Plengkung Gondomanan di sebelah timur.
Di muka tiap-tiap plengkung ada jembatan yangdapat ditarik ke atas, untuk menutup jalan masuk ke keratin ketika ada bahaya.
Plengkung-plengkung itu ditutup pada jam 8 malam dibuka kembali pada jam 5 pagi dengan tanda bunyi gendering dan terompet dari prajurit-prajurit di Kemangangan.
Plengkung tambakboyo ini dahulu tertutup, tetapi pada tahun 1923 di buka kembali oleh Sri Sultan H.B. VIII. Hanya 2 dari 5 plengkung ini masih mempunyai bentuk asli, lainnya sudah berubah sama sekali bentuknya. Kedua plengkung itu ialah Plengkung nirboyo (Gading) dan Plengkung (Wijilan). Pantun mijil di bawah ini menggambarkan keadaan benteng keraton semasa jayanya :
Ing mataram betengira inggil
Ngubengi kedaton
Plengkun lima mung papat mengane
Jagang njero toyaniro wening
Tur pinacak suji
Gayam turut lurung
Artinya :
Mataram mempunyai  beteng tinggi, mengelilingi keraton, Plengkungnya lima buah, hanya 4 yang terbuka, Air di parit keliling beteng dalam dan jernih. Lagi pula di beri pagar yang rapi. Sepanjang jalan di Tanami pohon gayam.
1.2 KEADAAN LAHIRIYAH
Jumlah jalan keluar masuk pada Kraton Yogyakarta ada 9 buah, 5 buah jalan bertemu di alun-alun selatan. Di sebelah selatan terdapat Krapyak. Krapyak ialah sebuah tempat tinggi (podium) untuk melihat pemburuan rusa. Juga terdapat jalan besar membujur lurus ke utara, sepanjang jalan ditanami pohon asem dan tanjung. Di pinggir alun-alun selatan terdapat 2 batang pohon Beringin, diberi nama “Wok”. Keliling alun-alun ditanami pohon-pohon pakel dan kuweni.
Kedua beringin ditengah-tengah bernama Supit-Urang. Di sebelah utara alun-alun terdapat sebuah tratag, sebuah tempat berteduh, beratap anyam-anyaman bambu dan di kanan-kirinya ditanami pohon-pohon gayam. Kanan-kiri sitinggil ada 2 buah jalan yang bertemu satu sama lainnya di regol Kemandu, sebelah utara sitinggil. Jalan ini disebut “Pamengkang”. Di Sitinggil ini dahulu terdapat sebuah bangunan berbentuk pendopo, di tengah-tengah ada selogilangnya, tempat duduk Sri Sultan. Halaman sitinggil ditanami pohon “Soka” dan pohon “Palem Cempora:. Bunga dari pohon ini sangat bagus dan warnanya merah dan putih. Di halaman kemandungan di Tanami pohon-pohon Kepel, Cengkir gading dan Palem.
1.3 ARTI SYMBOLIK DARI KRATON.
1.      Krapyak adalah sebuah gambaran dari tempat asal roh-roh. Di sebelah utaranya terdapat kampong Mijen, yang berasal dari kata Wiji (benih).
2.      Plengkung Gading dan Plengkung Nirbaya. Plengkung ini menggambarkan batas periode sang anak menginjak dari masa kanak-kanak ke masa prae-puber.
3.      Di Alun-alun selatan terdapat 2 pohon Beringin, bernama “Wok”. Wok berasal dari kata “Bewok”. Keliling alun-alun ditanami pohon Kweni dan Pakel. Artinya sang anak sudah wani (berani) karena sudah “akil baligh”
4.      Di Siti-Hinggil  terdapat sebuah tratag atau tempat istirahat beratap anyaman bambu. Di kanan-kiri tratag tumbuh pohon-pohon Gayam. Dengan daun-daunnya yang rindang serta bunga-bunganya yang harum wangi. Menggambarkan rasa Pemuda-Pemudi yang sedang dirindu cinta asmara.
5.      Di tengah-tengah sitinggil dahulu terdapat pendopo dan di tengah-tengah lantai ada selo-gilanya, tempat singgasana Sri Sultan. Pohon-pohon yang ditanam di sini ialah pohon mangga Cempora serta Soka. Kedua pohon ini mempunyai bunga yang halus, ada yang merah dan putih. Gambaran dari bercampurnya benih manusia laki dan perempuan.Sitinggil ini dilingkari oleh sebuah jalan yang di beri nama “Pemengkang”. Pemengkang adalah keadaan kaki kita, kalau terletak sedikit jauh satu sama lainnya.
6.      Di halaman Kemandungan terdapat pohon Kepel, Pelem (mangga), Cengkir Gading serta Jambu Dersono. Menggambarkan benih dalam kandungan sang Ibu. Pohon Pelem Menggambarkan pada gelem, atas kemauan bersama. Jambu Dersono dari kdersan sih ing sesame. Menggambarkan karena diliputi oleh kasih cinta satu sama lain. Pohon Kepel dari perkataan Kempel atau kempal, menggambarkan bersatunya kemauan, bersatunya benih, bersatunya rasa, bersatunya cita-cita. Cengkir gading adalah sejenis pohon kelapa, ditanam di muka rumah sebagai tanaman hias, warnanya kuning berkilat dan kecil bentiknya. Dipakai pada upacara “mitoni” yaitu memperingati Sang Bayi sudah tujuh bulan di kandungan.
7.      Di Kemagangan disini menyempit (dibuat sempit) kemudian melebar dan terang benderang. Menggambarkan Sang Bayi telah lahir dengan selamat menjadi magang (calon) manusia.
1.4 UPACARA GREBEG.
Grebeg ialah upacara keagamaan di kraton, yang diadakan 3 kali setahun, bertepatan dengan hari lahirnya Nabi Muhammad S.A.W. (Grebeg Maulud), Hari Raya Idul Fitri (Grebeg Sawal) dan Hari Raya Idul Adha (Grebeg Besar).
Pada hari itu Sri Sultan member sedekan berupa gunungan berisikan makanan dan lain-lain kepada rakyat. Upacara ini disertai dengan penembah Tuhan Yang Maha Kuasa oleh Sri Sultan sendiri di Sitihinggol – utara dan kemudian pembacaan do’a oleh Kyai pengulu untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, keagungan agama dan kebahagiaan serta keselamatan kraton, nusa dan bangsa pada umumnya.
Bangsal Ponconiti berasal dari kata “Ponco” berarti lima, symbol dari panca-indriya kita dan “Niti” berarti meneliti, menyelidiki. Tanaman yang terlihat di sebelah utara halaman ini adalah Kepel dan Cengkir Gading.
Kepel atau kempel berarti menjadi padat atau beku. Cengkir Gading berwarna kuning. Warna kuning adalah symbol segala sesuatu yang mengandung makna Ketuhanan. Jadi semuanya mempunyai arti : “Kumpulkan dan padatkanlah tuan punya panca-indriya dan fikiran, sebab tuan akan bersujud di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa”

Selasa, 18 Oktober 2011

CERITA SEORANG AYAH DENGAN ANAK GADISNYA


CERITA AYAH DAN GADISNYA
ni adalah copy-an dari seorang teman yang mengirimkan message pada saya.. saya ingin membaginya karena ini luar biasa indah.. selamat membaca :)

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Ya, Papa adalah Orang yang Luar Biasa. Papa biasanya ada di balik layar, menyuarakan semangat dan motivasi pada anak-anaknya. Papa sosok individu yang tidak banyak bersuara namun Beliau selalu memperhatikan segala kebutuhan anaknya dan juga selalu mensupport anaknya. Ya, pemirsa, saatnya kita mendengarkan cinta lagi. Mari kita ciptakan kebanggaan dan kebahagiaan buat Papa kita masing-masing, sehingga Beliau bisa berkata,”Anakku, saya bangga punya anak sepe
rtimu".