Rabu, 27 Februari 2013

‘‘KEAJAIBAN ALLAH SWT DI KOTA MEKKAH’’ ...


‘‘KEAJAIBAN ALLAH SWT DI KOTA MEKKAH’’ ...

 Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... “Firman Allah Ta’ala yang artinya : “Allah telah menjadikan Kaabah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia...!!!” (Surah Maa’idah: 97)

 “Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah yang terletaknya Ka'bah adalah pusat kepada planet Bumi...!!!”

 Sebenarnya di dalam Al-Quran terlebih dahulu membicarakan perkara ini, sebagai hamba Allah yang diberikan akal fikiran perlulah meneliti dan berfikir disebalik rahsia² yang terkandung di dalam ayat² suci Al-Quran Al-Karim.

 Di antara Kalam² Allah Ta’ala mengenai Mekah Pusat Bumi.

 Firman Allah yang artinya : “Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan sekalian penduduk dunia di sekelilingnya (negeri² di sekelilingnya)...!!!” (asy-Syura: 7)

 Kata “Ummul Qura” bererti induk bagi kota² lain, dan kota² di sekelilingnya, menunjukkan Mekah adalah pusat bagi kota² lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.

 Lebih dari itu, kata “ummu” (ibu) mempunyai arti yang cukup penting dan luas di dalam peradaban Islam. Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Mekah juga merupakan sumber dari semua negeri lain serta keunggulan di atas semua kota.

 Allah berfirman lagi yang artinya : “Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembusi (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusinya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan)...!!!” (ar-Rahman: 33)

 Kata “aqthar” adalah bentuk jamak dari kata “qutr” yang bererti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.

 Berdasarkan ayat ini dapat difahami bahwa diameter lapisan² langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekah berada di tengah² bumi, dengan itu bererti bahawa Mekah juga berada di tengah² lapisan² langit.

 Selain itu ada hadis yang menerangkan bahawa Masjidil Haram di Mekah, tempat ka'bah berada itu ada di tengah² tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan yang membentuk bumi.

 Nabi Muhammad S.A.W. bersabda maksudnya : “Wahai orang² Mekah, wahai orang² Quraisy , sesungguhnya kamu berada di bawah pertengahan langit...!!!”

 Berdasarkan penelitian di atas, bahawa Mekah berada pada tengah² bumi (pusat dunia), maka benar² diyakini bahawa Kota Suci Mekah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. – (Dipetik dari Eramuslim “Makkah Sebagai Pusat Bumi” Oleh Dr. Mohamad Daudah)

 Neil Amstrong membuktikan bahwa kota Mekah yang terletaknya Kaabah adalah pusat kepada planet Bumi, sedangkan Al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu telah berbicara mengenai kota Mekah dan kaabah adalah pusat bumi ini.

 Ketika kali pertama Neil Amstrong melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata bertumpu di kawasan yang sangat gelap, dan di manakah ia berpusat...???” Fakta ini telah diteliti melalui sebuah penelitian ilmiah.

 Para angkasawan telah menemui bahawa planet Bumi itu mengeluarkan satu radiasi, secara rasmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut hilang dan seperti ada alasan tersembunyi di sebalik penghapusan laman web tersebut.

 Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyatalah radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, dan tepatnya berasal daripada Ka'bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berakhir). Perkara ini terbukti ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjutan. Para peneliti Muslim mempercayai bahawa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka'bah di planet Bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.

 Di tengah² antara kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu ruang yang bernama ’’Zero Magnetism Area’’, di mana apabila kita mengeluarkan kompas di kawasan tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali kerana daya tarikan yang sama besar antara kedua kutub .

 Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka dia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan graviti. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka'bah, maka seakan² diri kita dicas oleh suatu tenaga misteri yang menyebabkan kita bertenaga ketika mengelilingi kaabah dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

 Penelitian lainnya menyatakan bahawa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga boleh terapung di air. Di sebuah muzium di negara Inggeris, terdapat tiga buah potongan batu tersebut (dari Kaabah) dan pihak muzium juga mengatakan bahawa bongkahan batu² tersebut bukan berasal dari sistem suria kita.

 Rasulullah S.A.W. bersabda : “Hajar Aswad itu diturunkan dari syurga, warnanya lebih putih dari pada susu, dan dosa² anak cucu Adam lah yang menjadikannya hitam...!!!” (Jami’ al-Tirmidzi al-Hajj)

 “Hajar Aswad dari batu-batuan Syurga dan tidak ada suatu benda di bumi yang turunnya dari Syurga selain batu itu...!!!” (HR. Thabrani)

 Wallahu’alam bishshawab, ..
 Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....

 ” Wallahu a’lam والله أعلم

 SUKA dengan TULISAN di atas ? TULISKAN KOMENTARmu Sahabat!! SILAHKAN DISHARE ke sahabat2 lainnya dengan menekan tombol "share/Bagikan"

 MOHON Bantuannya tuk ajak rekan2 lainnya gabung pada komunitas "Mukjizat & Doa" ini, agar syiar kebaikan dapat LEBIH TERSEBAR LUAS DI BUMI INI....

 Gabung juga yuk di FP Ini untuk Berbagi Ilmu dan Motivasi Islami : Mukjizat & Doa

 Insya Allah Sangat Bermanfaat....

 Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
 Silahkan DICOPAS atau DI SHARE .. jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

 #BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
 ------------------------------------------------
 .... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ...

Do'a Si Buta Mendapatkan Wanita Yg Sangat Cantik Jelita


Do'a Si Buta Mendapatkan Wanita Yg Sangat Cantik Jelita ...

 Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Kisah ajaib ini, terjadi pada seorang buta lagi miskin yang dicampakkan oleh kaum wanita. Lalu dia berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah p
 un mengabulkan do’anya dengan gadis yang paling cantik di antara mereka. Kisah ini disebutkan oleh Syaikh Abdul ‘Aziz al-‘Aql dalam muhadarahnya yang berjudul Qashash wa ‘Ibar. Kisah nyata ini terjadi pada salah seorang kerabat Syaikh sendiri.

 Syaikh Abdul Aziz mengatakan, “Diantara kisah yang pernah saya alami adalah seseorang dari famili saya yang hafal al-Qur’an, dan yang shalih. Saya mengenalnya dan kami mencintainya ketika kami masih kanak-kanak. Orang tadi ahli bersilaturahim dan selalu beristiqamah untuk taat kepada Allah. Dan dia adalah orang yang buta. Pada suatu hari, dia berkata kepada saya, “Hai anakku -waktu itu saya berumur 16 atau 17 tahun- kenapa kamu tidak menikah?” Saya jawab, “Hingga Allah memberi saya rizqi.” Dia berkata, “Wahai putraku, bersikap jujurlah kepada Allah, ketuklah pintu Allah, dan berharaplah, pintu kelapangan akan terbuka.” Kemudian dia berkata kepada saya, “Duduklah wahai putraku, aku akan menceritakan kepadamu, apa yang pernah aku alami dulu.”

 Dia melanjutkan, “Saya dulu benar-benar miskin, ibu dan bapakku adalah orang miskin, kami semua sangat miskin, aku sendiri semenjak dilahirkan sudah menjadi orang yang buta, pendek dan papa. Segala sifat yang tidak disukai wanita ada padaku. Kemudian aku sangat menginginkan seorang wanita, akan tetapi kepada Allah aku tumpahkan seluruh keprihatinanku, karena dengan kondisiku yang seperti itu, akan sulit rasanya untuk mendapatkan seorang istri. Aku mendatangi ayahku kemudian mengatakan, “Wahai ayah, aku ingin menikah.” Maka ayahku mentertawakanku. Aku memahami bahwa tertawanya ayah adalah sebagai isyarat agar aku berputus asa dan melupakan keinginanku untuk menikah bahkan ayahku sempat mengatakan, “Apakah engkau gila nak? Siapa yang mau mengambilmu sebagai menantu? Pertama, kamu buta. Kedua, kita semua adalah orang yang sangat miskin. Sadarlah nak! Tidak ada jalan untuk itu.

 Sebenarnya, dengan kata-katanya itu ayah telah membunuhku. Waktu itu aku berumur kira-kira 24 atau 25 tahun. Lalu akupun pergi menemui ibuku. Mengadukan perihalku, barangkali ia dapat membujuk ayahku. Hampir saja aku menangis, ketika ibuku juga mengucapkan kata-kata seperti yang diucapkan oleh ayah. Dia mengatakan, “Anakku, kamu akan nikah?!

 Apakah kamu tidak waras nak?! Siapa wanita yang mau sama kamu?! Daimana kamu mendapatkan harta?! Kamu tahu sendiri, bahwa kita semuanya ini sangat membutuhkan sedikit harta untuk bertahan hidup. Kemudian kamu juga jangan lupa, bahwa hutang kita telah menumpuk.” Aku tidak berputus asa, kuulangi lagi usahaku untuk memahamkan ayah dan ibuku. Akan tetapi sikap dan jawaban mereka tetap tidak berubah. Pada suatu malam, aku berkata, “Mengapa aku tidak mengadukan hal ini pada Tuhanku yang Maha Pengasih dan Penyayang?

 Mengapa aku merengek-rengek dihadapan ayah dan ibu yang memang tidak mampu melakukan apa-apa? Mengapa aku tidak mengetuk pintu ilahi yang Maha Kuasa dan Perkasa?” Lalu akupun shalat diakhir malam sebagaimana kebiasaanku. Aku mengangkat tangan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan aku katakan diantara do’aku,

 Ya Allah, ya Tuhanku, mereka mengatakan kalau aku miskin padahal Engkaulah yang membuat aku miskin. Mereka mengatakan kalau aku buta, padahal Engkaulah yang mengambil penglihatanku. Mereka mengatakan kalau aku adalah jelek dan buruk, padahal Engkaulah yang menciptakan aku. Ilahi, Tuhanku, Tuanku dan Penolongku, tidak ada sesembahan yang benar kecuali Engkau, Engkau mengetahui apa yang ada didalam jiwaku. Engkau mengetahui keinginanku untuk menikah, dan aku tidak ada daya dan upaya untuk itu. Ayah dan ibuku menyatakan tidak sanggup. Ya Allah, mereka memang tidak sanggup dan tidak mampu. Aku memahami kondisi mereka.

 Tetapi Engkau adalah Maha Mulia dan Perkasa yang tidak terkalahkan oleh apapun. Ilahi, kumohon satu rahmat dari rahmat-Mu. Wahai Tuhan yang Maha Mulia, Maha Pengasih dan Penyayang, berikanlah kepadaku dengan segera seorang istri yang penuh berkah, shalihah, dan cantik jelita. Yang menenangkan hatiku dan yang menyatukan jiwaku.

 Aku berdo’a sementara kedua mataku, mengucurkan air mata dan hatiku menangis merendah dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena aku shalat malam diawal waktu, maka akupun mengantuk. Ketika aku tertidur, aku bermimpi seolah-olah aku berada disebuah tempat yang sangat panas. Sepertinya ada kobaran api yang sangat dahsyat. Tidak lama setelah itu, aku melihat ada satu kemah yang turun dari langit. Kemah yang sangat indah mempesona, belum pernah aku melihat sebelumnya.

 Hingga kemah itupun turun diatasku dan memayungiku. Bersamaan dengan itu, ada hawa dingin yang aku tidak mampu menceritakannya karena benar-benar membawa sebuah kedamaian, hingga aku terbangun karena kedinginan setelah merasa kepanasan yang amat sangat. Aku terbangun dan perasaanku sangat senang dengan mimpi tersebut. Dipagi yang buta aku pergi menemui seorang alim yang dapat menafsiri mimpi.

 Maka setelah aku ceritakan apa yang kualami dalam mimpi itu, seorang alim tersebut mengatakan kepadaku, “Hai anakku, engkau sudah menikah, jika tidak, mengapa kamu tidak menikah?” Maka saya katakan, “Tidak, demi Allah saya belum menikah.” Dia bertanya, “Mengapa engkau tidak menikah?” Kukatakan, “Demi Allah Ya Syaikh, seperti yang engku ketahui, aku adalah seorang yang buta lagi miskin, dan buruk rupa.” Dia berkata, “Hai anakku, apakah tadi malam engkau telah mengetuk pintu Tuhan mu?” Kukatakan, “Ya, aku telah mengetuk pintu Tuhan ku.” Syaikh berkata, “Pergilah wahai putraku, perhatikanlah gadis yang paling cantik dalam benakmu dan pinanglah, karena pintu itu telah terbuka untukmu. Ambillah yang terbaik apa yang ada dalam dirimu dan jangan merasa rendah dengan mengatakan,

 “Aku adalah seorang yang buta, maka aku akan mencari wanita yang buta pula, jika tidak maka yang begini, dan yang begitu. Tetapi perhatikanlah gadis yang terbaik, karena pintu itu telah dibuka untukmu.”

 Setelah aku berfikir dalam diriku, aku memilih gadis yang dikenal sebagai gadis yang paling cantik di daerah itu disamping memiliki nasab dan keluarga yang terhormat. Maka aku mendatangi ayah, kukatakan barangkali ayah mau pergi kepada mereka guna meminang gadis itu untukku. Ayah menolak dengan keras, lebih keras dari penolakannya yang pertama. Dia benar-benar menolak secara mentah-mentah mengingat rupaku yang buruk dan kemelaratanku, apalagi gadis yang kuinginkan adalah gadis yang paling cantik di negeri itu. Maka aku pergi sendiri.

 Aku bertamu kepada keluarga itu, mengucapkan salam kepada mereka dan mengatakan kepada orang tuanya, “Saya menginginkan Fulanah (maksudnya putrinya).” Dia menjawab, “Kamu menginginkan putriku?” Saya jawab, “Ya.” Maka dia menjawab, “Demi Allah, ahlan wasahlan, wahai putra Fulan, selamat datang wahai pembawa Al-Qur’an, demi Allah hai putraku, kami tidak mendapatkan laki-laki yang lebih baik darimu, akan tetapi aku berharap agar putriku mau menerimanya.” Kemudian ia pergi menuju putrinya dan mengatakan, “Wahai putriku, ini Fulan datang meminangmu. Memang dia buta akan tetapi dia hafal Al-Qur’an, dia menyimpan Al-Qur’an di dalam dadanya. Apabila engkau dapat merelakannya untukmu, maka tawakkallah kepada Allah.” Sang putripun menjawab, “Sesudahmu, tidak ada hal lain wahai ayah, kami bertawakkal kepada Allah.”

 Selang sepekan setelah itu, wanita cantik itupun menjadi istri bagi si buta yang miskin dengan taufik Allah dan kemudahan dariNya karena keutamaan Al-Qur’an.

 Wallahu’alam bishshawab, ..
 Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

 MOHON Bantuannya tuk ajak rekan2 lainnya gabung pada komunitas "Mukjizat & Doa" ini, agar syiar kebaikan dapat LEBIH TERSEBAR LUAS DI BUMI INI....


MANFAAT SHALAT DHUHA SECARA MEDIS .


MANFAAT SHALAT DHUHA SECARA MEDIS ...

 Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,

 “Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud).

 Abu Hurairah r.a. berkata, “Kekasihku, Muhammad Saw. Berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: Berpuasa tiga hari pada setiap bulan(Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13,14,15), dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan shalat Witir dulu sebelum tidur.” (HR Bukhari-Muslim).

 Rasulullah Saw. bersabda: “Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim)

 Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?”

 Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu,maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

 Peregangan sungguh mutlak diperlukan, untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Dan, Rasulullah Saw. menyinggungnya dengan ungkapan santun: “hak dari setiap persendian.” Semuanya cukup dengan dua rakaat dhuha.

 Shalat memang memiliki kombinasi unik dari tiap gerakannya bagi tubuh. Hanya saja untuk Dhuha, waktunyalah yang memang unik; waktu ketika tubuh memerlukan energy namun juga harus bersiap menghadang stress yang menerpa.

 Dr. Ebrahim Kazim-seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy-menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap system kardiovaskular.

 Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya luar biasa! Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Wahai anak Adam kerjakanlah shalat empat rakaat kepada-Ku pada permulaan siang niscaya Aku akan member kecukupan kepadamu sampai akhir siang.” (HR at-Tirmidzi).

 Terlebih lagi shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari, sesuai dengan keterangan dr. Ebrahim Kazim tentang shalat: “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”

 Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

 Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang-namun kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya- endorphin dan enkefalin tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami. Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.

 Subhanallah …. Maka, shalat Dhuha-lah, peregangan sekaligus pereda stress. Inilah rehat yang tidak sekadar rehat. Daripada sekadar duduk-duduk mengobrol, ayo rehat dengan ber-Dhuha dan segera kembali beraktivitas setelahnya. Kemudian, rasakan bedanya!.

 *****
 Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..

 Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

 Salam Terkasih ..
 Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

 ... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

 Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
 Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

 #BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
 ------------------------------------------------
 .... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....


Bantahan Profesor Tentang Proses Penciptaan Manusia


Bantahan Profesor Tentang Proses Penciptaan Manusia

 INI TIDAK MUNGKIN! MUHAMMAD PASTI MENGGUNAKAN MIKROSKOP!

 Dr. Keith L. Moore, MSc, PhD, FIAC, FSRM : Dia adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi ) antara tahun 1989 dan 1991.

 Ia manjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi serta dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.

 Dia menulis bersama profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris yang paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia, digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.

 Pada suatu waktu, ada sekelompok mahasiswa yang menunjukkan referensi Al Qur'an tentang 'Penciptaan Manusia' kepada Profesor Keith L Moore, lalu sang Profesor melihatnya lalu barkata :

 "Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah Fakta Ilmiah yang baru diketahui oleh Ilmu Pengetahuan Moderen! Ini Tidak Mungkin, Muhammad pasti menggunakan Mikroskop!"

 Para Mahasiswa tersebut lalu berkata :
 "Prof, bukankah saat itu Mikroskop juga belum ada?"
 "iya iya saya tau, saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang megarang ayat seperti ini" jawab sang profesor....

 Dalam Firman Allah :

 "Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqoh (sesuatu yangmelekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik" [QS. Al Mu'minuun: 13-14]

 Jika di cermati lebih dalam, sebenarnya 'alaqoh' dalam pengertian Etimologis yang biasa di terjemahkan dengan 'segumpal darah' juga bermakna 'penghisap darah', yaitu lintah. Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika Embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-24 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung di kulit. Embrio itu seperti menghisap darah dari dinding Uterus, karena memang demikianlah yang sesungguhnya terjadi, Embrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makanannya adalah dari sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu.

 Ajaibnya, Embrio Janin dalam tahap itu jika di perbesar dengan mikroskop bentuknya benar-benar seperti lintah. Dan hal itu tidak mungkin jika Muhammad sudah memiliki pengetahuan yang begitu dahsyat tentang bentuk janin yang menyerupai lintah lalu menulisnya dalam sebuah buku. Padahal pada masa itu belum di temukan Mikroskop dan Lensa. Jelas itu adalah pengetahuan dari Tuhan, itu wahyu dari Allah SWT, yang Maha Mengetahui segala Sesuatu.

 Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk agama islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Al Qur'an ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat yang profesor gusar dan merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan Embrio yang kurang.

 Subhanallah

 Sumber : Zilzaalblogspot.com

Kenapa Ayam Mampu Melihat Malaikat, Sedangkan Keledai Tidak?


Kenapa Ayam Mampu Melihat Malaikat, Sedangkan Keledai Tidak?

 Bismillahirrohmaanirrohiim.

 Banyak sudah penelitian ilmiah yang membuktikan kebenaran sabda-sabda Nabi SAW secara ilmiah. Berikut ini adalah salah satunya. Nabi SAW bersabda:

 إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ، فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ، فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

 "Bila engkau mendengar suara ayam jantan maka mintalah karunia kepada Allah karena ia melihat malaikat, sedangkan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari Setan karena dia melihat setan." (Shahih, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

 Kita sering kali mendengar hadits ini tetapi bisa jadi jarang memikirkannya dan tidak terlintas dalam benak kita untuk meneliti secara ilmiah mengapa itu terjadi.

 Kemampuan sistem visual manusia di dunia ini terbatas. Dalam hal ini justru kalah dengan sistem visual keledai dan ayam jantan. Pandangan mata manusia terbatas dan tidak dapat melihat apa yang berada di bawah sinar infra merah atau di atas sinar ultraviolet.

 Tapi kemampuan indera ayam jantan dan keledai melewati batas itu. Pertanyaannya sekarang, bagaimana keledai dan ayam bisa melihat setan dan malaikat, bukan sebaliknya ?

 Keledai itu dapat melihat dengan sinar infra merah, sedangkan setan sendiri berasal dari jin yang diciptakan dari api. Artinya, setan termasuk dalam lingkup infra merah. Karena itulah, keledai dapat melihat setan, tetapi tidak bisa melihat malaikat.
 Adapun ayam jantan, ia mampu melihat sinar ultraviolet, sedangkan malaikat diciptakan dari cahaya, artinya dari sinar ultraviolet. Karena itulah, malaikat dapat dilihat oleh ayam jantan.

 Hal ini menjelaskan kepada kita mengapa setan melarikan diri saat disebutkan nama Allah. Penyebabnya adalah karena para malaikat datang ke tempat yang disebut nama Allah itu, sehingga setan melarikan diri.

 Mengapa setan menghindar bila ada malaikat ?

 Jawabannya adalah karena setan terganggu bila melihat cahaya malaikat. Dengan kata lain, jika sinar ultraviolet bertemu dengan sinar inframerah di satu tempat, maka sinar merah memudar.

 Maha Besar Allah atas segala kuasa Nya... Wallahu 'alam bishawab

 Semoga Bermanfaat
 Salam Santun Ukhuwah Karena-NYA


Ibu sekuat seribu laki-laki


Ibu sekuat seribu laki-laki

 Disebuah masjid di perkampungan Mesir, suatu sore. Seorang guru mengaji sedang mengajarkan murid-muridnya membaca Al-Qur'an. Mereka duduk melingkar & berkelompok. Tiba-tiba, masuk seorang anak kecil yg ingin bergabung dilingkaran mereka. Usianya kira-kira 9 tahun. Sebelum menempatkannya di satu kelompok, sang guru ingin tahu kemampuannya. Dengan senyumnya yg lembut, ia bertanya pada anak yg baru masuk tadi, " adakah surat yg kamu hafal dalam Al-Qur'an?" "Ya," jawab anak itu singkat.

 " Kalau begitu, coba hafalkan salah satu surat dari juz 'Amma?' pinta sang guru. Anak itu lalu menghafalkan beberapa surat, fasih & benar. Merasa anak tersebut punya kelebihan, guru itu bertanya lagi,"Apakah kamu hafal surat Tabaraka?"(Al-Mulk) "Ya,"jawabnya lagi, & segera membacanya. Baik & lancar. Guru itu pun kagum dengan kemampuan hapalan si anak, meski usianya terlihat lebih belia ketimbang murid-muridnya yang ada.

 Dia pun coba bertanya lebih jauh, "kamu hapal surat An-Nahl?" Ternyata anak itu pun menghapalnya dengan sangat lancar, sehinggal kekagumannya semakin bertambah. Lalu ia pun coba mengujinya dgn surat-surat yg lebih panjang. "Apakah kamu hapal surat Al-Baqarah?" anak itu kembali mengiyakan dan langsung membacanya tanpa sedikitpun kesalahan. dan rasa ingin menutup penasaran itu dgn pertanyaan terakhir,"Anakku, apakah kamu hapal Al-Qur'an ?" "Ya," tutur polosnya. Mendengar jawaban itu, seketika ia mengucapkan, "Subhanallah wa masyaallah, tabarakkallah"

 Disaat hari menjelang magrib, sebelum guru tersebut membubarkan anak-anak mengaji,secara khusus ia berpesan kepada murid barunya," Besok,kalau kamu datang kembali kemasjid ini, tolong ajak juga orang tuamu. Aku ingin b'kenalan dengannya. Esok harinya, ia kembali datang ke masjid. Kali ini ia bersama ayahnya, seperti pesan si guru ngaji kepadanya. Melihat ayah dari anak tersebut, sang guru bertambah penasaran karna sosoknya yang sama sekali tidak memberi kesan alim, terhormat & pandai. Belum sempat dia bertanya, ayah si anak sudah menyapa keheranannya terlebih dahulu, "Aku tahu, mungkin Anda tidak percaya bahwa aku ini adalah ayah dari anak ini. Tapi rasa heran Anda akan aku jawa, bahwa dibelakang ini ada seorang ibu yang sekuat seribu laki-laki. Aku katakan pada anda bahwa dirumah, aku masih punya 3 anak lagi yang semuanya hapal Al-Qur'an. Ansk perempuanku yg kecil berusia 4 tahun, dan sekarang sudah hapal juz Amma".

 "Bagaiman ibu bisa lakukan itu?" tanya si guru tanpa bisa menyembunyikan kekagumannya." Ibu mereka, ketika anak-anak itu sudah memulai bisa bicara, ia mulai pula membimbingnya menghapal Al-Qur'an dan selalu memotivasi mereka melakukan itu. Tak pernah berhenti dan tak pernah bosan. Dia selalu katakan kepada mereka,"Siapa yg hapal lebih dulu, dialah yg menentukan makan malam ini,"Siapa yg paling cepat mengulangi hapalannya, dialah yg berhak memilih kemana qta berlibur pekan depan" dan siapa yg paling dulu menghatamkan hapalannya dialah yg menentukan kemana qta jalan-jalan pada liburan nanti." Itulah yg selalu dilakukan ibunya, sehingga tercipta semangat bersaing dan berlomba-lomba antara mereka untuk memperbanyak dan mengulang-ulang hapalan Al-Qur'an mereka," jelas si ayah memuji istrinya.

 Sebuah keluarga biasa yang bisa melahirkan anak-anak yang luar biasa.Karka energi seorang ibu yang biasa.Setiap qta dan semua orang tua tentu bercita-cita anak-anaknya menjadi generasi yang shalih, cerdas dan membanggakan. Tetapi tentu saja hal itu tidaklah mudah. Apalagi membentuk anak-anak itu mencintai & mencintai Al-Qur'an. Butuh perjuangan, perlu kekuatan. Mesti tekun & sabar melawan rasa letih dan susah tanpa kenal batas. Maka wajar jika si ayah mengatakann,"Dibelakang anak ini ada seorang ibu yang kekuatannya sama dengan seribu laki-laki."

 Ya, perempuan yang telah melahirkan anak itu memang begitu kuat & perkasa. Sebab membuat permulaan yang baik untuk kehidupan anak-anak, sekali lagi tidak mudah. Hanya prang-oprang yang punya kemauan & motivasi yang bisa melakukannya. Dan tentu saja modal pertamanya adalah keshalihan diri. Tidak ada yang lain. Ibu si anak cerdas ini, kira-kira dialah cerminan seorang perempuan shalihah yang menularkan keshalihannya ke dalam kehidupan rumah tangganya. Dialah contoh perempuan yang pernah diwasiatkan Rasulullah saw kepada kaum laki-laki untuk mereka jadikan pendamping hidup diantara sekian banyak wanita. Dengan menangggalkan prioritas harta, kecantikan & keturunannya, seperti sabda Rasulullah saw, "Wanita dinikahi karna 4 perkara : karena hartanya, keturunannya. kecantikkannya, & agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung."(HR.Bukhari & Muslim).

 Perempuan yang dikenalkan kepada kita dalam cerita diatas, dia sebenarnya tidak memulai kerja kerasnya ketika anak-anaknya baru belajar bicara.Tidak. Tapi jauh sebelum itu, energinya telah ia tumpahkan untuk mengakrabkan mereka dengan bacaan-bacaan Al-Qur'an saat mereka masih janin. Dalam kondisi kehamilannya yang tentu saja berat. Ibu ini hampir setiap hari selalu meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an, memperdengarkannya janin yang ada dirahimnya, dalam keadaan berbaring, duduk/pun bersandar. Perjuangan itulah yg berat tapi itu pulalah yg kemudian memudahkan lidah anak-anaknya sanggup merangkai kata demi kata dari ayat-ayat Al-Qur'an, saat mereka sebenarnya baru mulai belajar bicara.

 Semoga dari kisah diatas dapat kita ambil pelajaran & menjadikan teladan.


DAHSYATNYA ISTIGHFAR 100 KALI SEHARI


DAHSYATNYA ISTIGHFAR 100 KALI SEHARI

 Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...
 Saya punya kenalan seorang ustad yang sukses menjadi penolong banyak permasalahan orang. Mulai pingin jodoh, seret rejeki, hingga ingin punya anak. Ternyata saran dia sangat sederhana pada orang-orang tersebut, yaitu membaca ISTIGHFAR minimal 100x sehari….!

 Tahukah anda? Istighfar sama juga dengan sedekah. Pahala dan efek yang ditimbulkan dari amalan ini berhubungan erat dengan janji Allah. Allah telah menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang membaca ISTIGHFAR. Janji Allah… adalah janji yang PASTI DITEPATI.

 Janji Allah pada orang yang senantiasa membaca ISTIGHFAR yang berhubungan dengan rejeki, anak, dan kebahagiaan dunia.

 Allah SWT berfirman :
 ”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

 Tahukah anda? Istighfar membuat Allah senang lho, sungguh rugi jika kita tidak mengucapkannya secara rutin setiap hari. Berikut ini sabda Rasulullah saw tentang hal itu.

 Rasulullah saw bersabda :
 “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

 Sabda Nabi Muhammad buat orang yang senantiasa membaca ISTIGHFAR :
 Rasulullah saw bersabda :
 ”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

 Dengan membaca beberapa uraian di Alqur’an dan hadist ini, saya sangat yakin dengan kebenaran cerita ustad kenalan saya itu. Bahwa istighfar adalah solusi 1001 masalah kehidupan bagi siapa saja.

 Tapi ada satu hal yang harus diingat, istighfar yang diucapkan bukanlah sekedar ucapan belaka. Harus didasari dari hati, merupakan ungkapan taubat dan permintaan maaf atas segala dosa-dosa kita kepada Allah SWT. Dan yang terpenting JANGAN MENGULANG DOSA YANG TELAH LALU …..
 Semoga artikel ini membawa manfaat dan kebaikan buat kita semua .. SELAMAT MENGHADIRKAN SENYUM ILAHI DALAM HIDUP KITA lewat istighfar. Mari sama-sama mengucapkan istighfar minimal 100x sehari, semoga kita menjadi makhluk yang dicintai Allah SWT. Aamiin …..
 Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah ...

 Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik

Jumat, 15 Februari 2013

PESAN UNTUK LAKI LAKI

PESAN UNTUK LAKI LAKI

 Perempuan bukan cuma ditiduri..
 Perempuan bukan untuk dieksploitasi..
 Perempuan bukan bahan perkosaan..
 Perempuan bukan dijadikan budak nafsu..
 Perempuan bukan pemuas birahi..

 Tapi..!
 Perempuan untuk dihargain..
 Perempuan untuk dihormati..
 Perempuan untuk disetarakan..
 Perempuan untuk disejajarkan..
 Perempuan untuk diberlakukan adil..

 Karena..!
 Dari rahim perempuan kita lahir..
 Dari Asi perempuan otak kita berkembang..
 Tanpa perempuan kita tak akan bisa berkembang biak..

 Sebab..!
 Mereka bertarung nyawa demi melahirkan kita..
 Mereka penuh kasih sayang memelihara kita..
 Mereka jawaban dari doa-doa kita..
 Mereka tidak butuh diagungkan..
 Mereka hanya ingin disetarakan..
 Untuk itu berikanlah hak kaum perempuan..
 Cintailah perempuan setulus kita mencintai orang tua..

 Jagalah kaum perempuan selayaknya menjaga harta milik kita..
 Sayangilah perempuan layaknya menyayangi Ibu kita..
 Karena pada dasarnya kita adalah sama..
 Yaitu sama - sama manusia sejati..

 Baca tausiyah-tausiyah inspiratif lainnya hanya di :

Ayat-Ayat Cinta

 Dimohon dengan ikhlas meng-klik "bagikan"/"share"
 Agar bermanfaat bagi saudara mukmin yg lain

KAJIAN AKHLAK TENTANG MALU


Kajian Akhlak Tentang MALU

Tatanan hidup manusia di alam ini, dan kebahagiaannya yang abadi di alam akhirat kelak sangat tergantung kepada rasa malu yang ada pada dirinya. Oleh karena itu, adalah pada tempatnya bila pada kesempatan ini kami menghadirkan kajian mengenai hakikat rasa malu, pentingnya punya rasa malu, sumber rasa malu

– khususnya rasa malu yang kini mulai terkikis habis dari anggota masyarakat di zaman ini, terutama pada kaum wanita. Padahal Allah Swt Yang Mahabijaksana menciptakan rasa malu pada perempuan berlipat-lipat lebih besar ketimbang rasa malu yang dimiliki oleh laki-laki .... Akan tetapi, amat disayangkan bahwa saat ini rasa malu itu banyak dimiliki oleh kaum laki-laki ketimbang perempuan.
Oleh karena itulah, kejahatan dari hari ke hari semakin bertambah banyak. Seakan-akan kami di zaman ini, menjadi bukti kebenaran atas apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah Saw : "Kiamat tidak akan terjadi sampai rasa malu telah lenyap dari anak-anak dan perempuan."
Al-Baqir mengatakan, "Rasa malu dan iman adalah dua hal yang dihubungkan oleh suatu poros. Jika salah satu di antaranya hilang, maka yang lain akan mengikutinya."
Sedangkan Ash-Shadiq mengatakan, "Tidak beriman orang yang tidak memiliki rasa malu."
Apa Rasa Malu Itu ?
Rasa malu (al-haya’) ialah suatu sifat yang alami dalam diri manusia, yang menjadikannya merasa tidak enak ketika dia melakukan perbuatan jelek dan haram. Dia dapat mencegah dirinya untuk tidak melakukan perbuatan terlarang, karena adanya perasaan yang alami dan fitriah itu.
Sayyid Jamaluddin Al-Asadabadi dalam bukunya, Al-Radd ‘ala al-Madiyyin, mengatakan : "Dengan kata yang mulia itu [rasa malu] hak-hak manusia terfhormati, dan mereka tidak melanggar batas-batas yang telah ditentukan."
Begitu pula dengan rasa malu, seseorang memelihara hak ayah, ibu, anak, guru, dan setiap orang yang berbuat baik kepadanya. Dia tidak berkhianat, mengingkari janji, atau menolak orang yang meminta pertolongan kepadanya. Dengan perasaan malu pula seseorang tidak akan melakukan perbuatan keji dan perbuatan yang tidak sesuai dengan dirinya.
Sungguh rasa malu dapat dijadikan tindakan pencegahan terhadap segala macam kerusakan. Ia lebih bermanfaat ketimbang ratusan peraturan dan penjaga. Sesungguhnya orang-orang yang mencintai kebaikan masyarakat, menginginkan hilangnya keonaran, harus berupaya agar sifat rasa malu ini tidak lepas dari anggota masyarakat mereka. Bahkan mereka harus menghidupkan dan menumbuhkannya. Tugas utama dan mulia ini tertumpu pada pundak para bapak dan ibu, guru, dan juga semua kaum Muslimin.
Cara Melestarikan Rasa Malu
Jalan untuk melestarikan rasa malu itu antara lain :
Pertama, setiap orang hendaknya menyadari apa yang mereka katakan dan mereka lakukan. Sehingga tidak keluar darinya sesuatu yang bertentangan dengan rasa malu, yang menyebabkan orang lain lebih berani bertindak kepadanya. Misalnya, hendaknya dia tidak mengucapkan kata-kata kotor ketika ada anak kecil, tidak berbohong, dan tidak mengingkari janji. Hal ini dilakukan dalam rangka mengupayakan tumbuhnya rasa malu pada diri anak-anak.. Bahkan dalam buku Mi’raj Sa’adah, orang tua dilarang pergi ke kamar mandi bersama anaknya, dan hal-hal lain.
Kedua, jika dia melihat orang lain berkata atau berbuat yang tidak senonoh dan sedikit rasa malunya, maka hendaknya dia mengatakan bahwa hal itu tidak baik. Di samping itu hendaknya dia memberikan peringatan kepada pelakunya agar perbuatan itu tidak terulang kembali. Misalnya, omongan kotor ketika seseorang bertemu dengan temannya, khususnya ketika dia sedang dalam keadaan marah.
Ketiga, jika dia melihat orang merasa malu, karena ucapan atau perbuatannya, maka hendaknya dia memujinya, atau memberanikan orang tersebut agar dia tetap mempertahankan perilaku seperti itu.
Dalam kesempatan ini, ada baiknya kami sampaikan bahwa jika itu dapat dijaga, maka setiap kali ada hal yang merangsang nafsu syahwat, atau ada film-film porno, maka hal itu sudah barang tentu akan berpengaruh langsung kepad rasa malu yang dimiliki oleh masyarakat.
Timbulnya Rasa Malu Bermula dari Mata
Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari berbagai riwayat dan wejangan para ulama, bahwa timbulnya perilaku yang mulia pada manusia tampak dari matanya. Oleh karena itulah kita dilarang untuk meminta tolong atau bantuan kepada orang yang tidak melihat (buta), sebagaimana kita dilarang untuk meminta tolong di malam yang gelap gulita, meskipun kepada orang yang tidak buta, karena kedua mata orang tadi tidak dapat melihat dalam kegelapan. Alasannya ialah, karena kedua kondisi tersebut tidak akan menimbulkan rasa malu.
Saat yang Tidak Tepat bagi Kita untuk Malu
Kadangkala manusia melakukan kesalahan dan merasa bahwa perbuatan yang bak tergambarkan olehnya sebagai suatu perbuatan yang buruk, karena dia merasa malu. Misalnya, malu bertanya tentang hal-hal yang belum dia ketahui, khususnya masalah-masalah yang berkaitan dengan agama. Malu seperti ini, menurut banyak riwayat, dinamakan malu orang bodoh, sebab dikatakan, "Tidak ada malu dalam masalah agama."
Singkatnya, sesungguhnya rasa malu dalam mempelajari masalah-masalah agama, adalah salah. Seperti rasa malu untuk menampakkan kebenaran, dan mengambil keputusan untuk sesuatu yang benar, menampakkan kebenaran orang lain, atau menyatakan hak orang lain yang benar. Malu di situ sangat tidak tepat.
Juga, rasa malu yang salah adalah malu pada hal-hal yang sifatnya alamiah yang sudah kita terima, yang berada di luar kemampuan manusia untuk mengubahnya, sehingga sangat tidak masuk akal bila ada orang yang mengejeknya. Misalnya : postur tubuh yang terlalu tinggi atau terlalu pendek, badan yang kurus atau sangat gemuk, rupa yang jelek, atau rambut yang terlalu hitam. Atau juga, sakit, fakir yang berada dil luar kemampuan manusia untuk mengubahnya, karena hal itu bukanlah sesuatu yang jelek.
Saat-saat Ketika Kita Patut Merasa Malu
Semua perbuatan yang dianggap oleh akal dan agama sebagai sesuatu yang jelek dan tidak masuk akal, patut mendapatkan rasa malu bila kita melakukannya. Sehingga dengan begitu, kita tidak mendekat kepada perbuatan tersebut, dan kita menjadi orang yang terpuji.
Rasa malu seperti itu terbagi menjadi dua bagian :
Pertama, rasa malu terhadap manusia, yakni seseorang meninggalkan suatu perbuatan yang kurang terpuji karen atakut dilihat oleh orang lain, sehingga dia merasa malu.
Kedua, rasa malu terhadap Allah, yaitu kesadarannya bahwa Tuhannya senantiasa mengetahui perbuatannya. Dia selalu mengawasi dan memperhatikan dirinya, apakah dia dalam kesendirian atau berada di tengah-tengah orang banyak. Baik dia dilihat oleh orang atau tidak dilihat, dia tetap merasakan bahwa Allah selalu berada di sampingnya, melihat dan mengawasinya, sehingga dia merasa malu kepada-Nya, dan meninggalkan perbuatan yang kurang baik.
Sesungguhnya letak kesempurnaan manusia adalah bila dia telah memiliki rasa malu dalam bentuk yang kedua. Kesengsaraan dan kehinaan masih mungkin akan didapati oleh seseorang bila ia merasa malu dilihat oleh orang lain, tetapi dia tidak merasa malu dilihat oleh Allah Swt. Orang lain tidaklah memiliki kemampuan untuk mengalirkan kebaikan, atau sebaliknya, mendatangkan kesengsaraan baginya, tetapi Allah Swt pasti mampu melakukannya.
Sesungguhnya para pengkhianat itu bisa menyembunyikan perbuatan mereka dari pandangan manusia, dan merasa malu dilihat oleh mereka. Akan tetapi, mereka tidak malu dilihat oleh Allah Swt yang selalu bersama mereka. Mereka berbicara tentang sesuatu yang tidak diridhai oleh-Nya, padahal Allah mengetahui segala sesuatu yang mereka lakukan. Allah Swt berfirman :
Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan. (QS An-Nisa, 4 : 108).
Kami ingin mengutipkan di sini berbagai kisah mengenai rasa malu terhadap Allah yang dilakukan orang-orang yang baik, agar para pembaca sekalian dapat memetik pelajaran dari sifat yang sangat mulia ini. Di samping itu agar para pembaca mengetahui dan bertambah yakin bahwa Allah Swt selalu bersama kita, di setiap tempat. Kuat atau tidaknya rasa malu terhadap Allah adalah terpulang kepada kuat atau tidaknya iman seseorang terhadap keberadaan Allah di sampingnya.
Tuhan, campakkan diriku dalam sinar keagungan-Mu, agar aku arif. Jauhkan diriku dari selain-Mu. Jadikan diriiku penakut terhadap-Mu, yang selalu ingat kepada junjungan-Mu (Dikutip dari Munajat bulan Sya’ban, sebaiknya ungkapan tersebut diulang-ulang).
Rasa Malu nabi Yusuf Ash-Shiddiq As
Dalam buku tafsir Manhaj Ash-Shadiqin, disebutkan bahwa Imam Zainal Abidin mengatakan bahwa ketika Yusuf as digiring oleh Zulaikha ke ruangannya yang telah dihiasi kaca berwarna-warni dan lukisan yang membangkitkan birahi, kemudian dia menutup pintunya. Di kamar itu terdapat sebuah patung yang ditutupi oleh selambar kain di atasnya. Yusuf as bertanya kepada Zulaikha mengapa dia menutup kepala patung itu. Dia menjawab, "Agar dia tidak melihat apa yang akan kita perbuat, sehingga kita merasa malu kepadanya."
Yusuf as kemudian berkata, "Aku lebih merasa malu kepada Allah Yang Mahakuasa." Setelah itu, Yusuf as melarikan diri dari sisinya.
Rasa Malu Seorang Anak Habsyi
Seorang anak dari Habsyi setelah mendapatkan kehormatan untuk bertemu Rasulullah Saw; dan masuk Islam di hadapan beliau, serta hatinya disinari oleh cahaya Islam, bertanya kepada beliau saww tentang pengetahuan Allah Swt. Rasulullah Saww menjawabnya, "Dia tidak pernah terhalang oleh halangan apapun."
Anak itu berkata, "Kalau begitu, ketika aku melakukan suatu dosa, Allah melihatku."
Kemudian Rasulullah Saw bersabda, "Kasihan..."
Anak itu kemudian berteriak dan meninggalkan dunia yang fana ini.
Rasa Malu Seorang Penggembala
Umar bin Khaththab pernah bertemu dengan seorang anak yang sedang menggembalakan kambing. Dia meminta kepadanya untuk menjual seekor kambingnya kepadanya.
Kemudian penggembala itu berkata, "Kambing-kambing ini bukan milikku, dan majikanku tidak mengizinkanku untuk menjualnya."
Umar mengatakan, "Juallah satu ekor kambing itu kepadaku, aku akan memberikan uangnya kepadamu. Kemudian katakan kepada majikanmu bahwa seekor serigala telah memakan seekor kambingnya."
Penggembala itu menjawab, "Kalau begitu, di mana Allah ?"
Tingkah laku penggembala itu meninggalkan kesan yang sangat baik kepada Umar. Kemudian ia pergi menemui majikannya, dan membeli budak belian itu dan memerdekakannya. Lalu dia membeli beberapa ekor kambing dan memberikannya kepada anak itu.
Setelah peristiwa itu, Umar selalu mengulang-ulangi ucapan penggembala kambing itu : "Kalau begitu, di mana Allah ?"
Kuatnya Rasa Malu Al-Ardabili
Dalam kitab La’aliy al-Akhbar, dan kitab-kitab yang lainnya, ketika berbicara tentang Al- ’Alim Al-Rabbani, Mulla Ahmad Al-Ardabili – semoga Allah meninggikan derajatnya – dikatakan bahwa yang mulia pernah selama empat puluh tahun tidak menjulurkan kedua kakinya ketika duduk, tidur, apakah dia bersama orang lain atau sendirian.
Dia berkata, "Aku merasa malu dan tidak beradab, bila aku menjulurkan kakiku ke haribaan Tuhanku."
Cerita seperti ini juga dilakukan oleh salah seorang ulama besar. Ketika beliau sakit menjelang kematiannya, beliau tidak mau menjulurkan kakinya, sambil berkata, "Selama umurku aku belum pernah melakukan sesuatu yang tidak beradab, di samping itu aku malu. Sekarang, bagaimana mungkin aku melakukan itu, toh umurku sudah akan habis."
Ada orang mulia yang lain. Selamanya orang ini tidak pernah mengangkat suaranya. Kalau berbicara, dia berbicara dengan suara yang pelan. Dia berkata, "Sesungguhnya mengangkat suara dan berteriak di hadapan Allah adalah karena tidak punya rasa malu."
Kalau begitu, bagaimana halnya dengan orang-orang yang meninggikan suaranya di hadapan Allah, atau mengatakan sesuatu yang kotor, atau membicarakan hal-hal yang diharamkan oleh Allah Swt ?
Dalam kitab yang sama juga disebutkan bahwa ketika ada seorang ulama sakit menjelang kematiannya, dia dijenguk oleh seorang penguasa pada waktu itu, yang berkata kepadanya, "Tinggalkan anak-anakmu kepadaku, dan jadikanlah aku ini sebagai penerima wasiatmu."
Ulama yang mulia itu berkata, "Aku merasa malu untuk menitipkan anak-anakku kepada seseorang, karena Allah Swt masih ada."
Ada cerita lain tentang Salim bin Abdullah, seorang zahid dan wara’, sedang berada di Masjid Al-Haram ketika Hisyam bin ‘Abd al-Malik datang ke sana. Ketika dia melihatnya dia berkata, "Hai Salim, mintakanlah keperluanmu kepadaku, akan kupenuhi semua permintaanmu."
Salim berkata, "Keperluan dunia atau keperluan akhirat ?"
Hisyam menjawab, "Keperluan dunia."
Salim berkata, "Sekarang ini aku tidak meminta keperluan duniaku kepada Pemilik dan Penguasa dunia (Allah). Aku hanya meminta keperluan akhiratku saja. Lalu bagaimana mungkin aku meminta keperluan dunia kepada orang yang bukan pemiliknya secara hakiki ?"
Rasa Malu Manusia di Hari Kiamat
Hari Kiamat adalah hari ditampakkannya semua hakikat. Semua hal yang dulu tidak tampak kini akan ditampakkan, sehingga manusia dapat mengetahui bahwasanya Allah Swt senantiasa, di mana pun, selalu bersamanya. Dia senantiasa melihat semua ucapan dan perbuatannya. Di sisi lain, seseorang dapat menyaksikan bentuk dirinya sendiri, bentuk lahiriahnya, berikut segala perilakunya, serta bentuk batiniahnya, seperti dijelaskan dalam sebuah hadis, "Manusia akan dikumpulkan yang tidak lebih baik daripada bentuk kera dan babi."
Manusia akan melihat dirinya lebih jelek dibandingkan babi, kera; dan begitu pula amal perbuatannya akan ditampakkan di hadapannya, sebagaimana dikatakan oleh Alquran Al-Karim :
Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan di mukanya begitu pula kejahatan yang telah dikerjakannya. Ia ingin kalau kiranya antara dia dengan hari itu ada masa yang jauh...(QS Ali Imran, 3 : 30).
Pada hari ketika ditampakkan baginya seluruh amal perbuatannya, manusia merasa malu dan berharap segera dimasukkan ke neraka jahannam, sehingga dia bisa selamat dari rasa malu yang sangat menyiksa dirinya ketika dihisab dan ditonton oleh orang banyak. Dia sudah sangat dipermalukan dan masih masuk ke neraka jahannam.
Barangkali apa yang dilakukan oleh Al-Hasan sa merupakan isyarat bagi persoalan ini. Beliau , apabila ingat akan mati, menangis. Dan jika dia ingat kuburan, dia juga menangis. Dan bila ingat hari kebangkitan dia juga menangis. Jika dia ingat surga dan neraka dia gemetar ketakutan, dan jika dia ingat bahwa amalnya akan ditampakkan di hadapan orang banyak, dia pingsan.
*) Dinukil dari Catatan dari Alam Gaib (Bandung : Pustaka Hidayah), terjemahan Bahruddin Fannani pada hal. 135-45.
**) Diriwayatkan dari Ash-Shadiq sa bahwasanya beliau berkata, "Rasa malu itu ada sepuluh bagian. Sembilan bagian di antaranya ada pada perempuan, dan yang satu bagian ada pada kaum laki-laki. Jika perempuan sudah mulai haid, hilang satu bagian rasa malunya. Jika dia sudah menikah, hilang lagi satu bagian; jika dia sudah digauli hilang satu bagian lagi; dan jika melahirkan hilang lagi satu bagian. Sehingga rasa malunya hanya tinggal lima bagian. Dan jika dia menyimpang, maka rasa malu itu akan hilang semuanya. Tetapi bila tingkah lakunya baik, maka rasa malu itu masih akan tersisa lima bagian." (Bihar Al-Anwar, jilid VI, cetakan baru, hal. 244).( Sayyid Abdul/alhas)